Budaya Suku Jawa
Jawa terbagi menjadi 3 provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur. Salah satu warisan budaya terbesar yang dimiliki Indonesia sampai saat ini dimiliki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta. Budaya Jawa membentuk karakteristik yang unik serta berbeda dengan budaya pada daerah lainnya.
Suku Jawa merupakan salah satu suku terbesar yang ada di Indonesia, suku jawa sendiri mempunyai sejarah yang menarik untuk dipelajari. Karena, Budaya yang dimiliki suku Jawa yang ada pada saat ini merupakan warisan dari para leluhur di zaman dahulu. Namun, tidak semua budaya yang ada di suku Jawa bersifat asli.
Sebagian besar masyarakat yang ada di suku Jawa menggunakan bahasa jawa untuk berkomunikasi dalam kesehariannya. Bahasa jawa mempunyai aturan intonasi dan kosa kata untuk pembicara dan orang yang diajak bicara, hal ini lebih dikenal dengan nama unggah-ungguh. Di suku jawa terdapat tingkatan untuk berkomunikasi contohnya ngoko yang merupakan bahasa yang agak kasar, namun biasanya ngoko ini dipakai untuk komunikasi dengan orang yang lebih muda dari si pembicara.
Ada juga krama madya, krama madya sendiri biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang sebaya dengan kita. Yang terakhir krama inggil, krama inggil lebih sering digunakan untuk komunikasi dengan orang yang lebih tua maupun untuk berkomunikasi dengan orang yang disegani.
Kesenian suku jawa juga beraneka ragam, namun, secara garis besar akar seni budaya suku jawa terdiri dari 3 kategori besar diantaranya Jawa Tengah dengan Ludruk, Banyumas dengan Ebeg, jawa Timur dengan reog. Pembagian Kesenian Khas Jawa yaitu Seni tari, Seni music, dan Wayang kulit. Seni Tari khas Jawa sendiri terdapat banyak macam. Tari angguk dan Tari menak berasal dari Yogyakarta, Tari bambangan cakil, tari emprak, Tari kuda lumping, Tari krida jati, dan tari sintren berasal dari Jawa Tengah, Tari gandrung dari Banyuwangi, Banyumas dengan Tari ebeg, dan yang terakhir Jawa Timur dengan seni tari khasnya yaitu Tari remo dab Tari reog.
Wayang kulit juga merupakan kesenian yang tidak pernah lepas dari buday sukku Jawa. Wayang kuit ini digelar semalaman dengan cerita khas Jawa. Biasnya wayang kulit ini menceritakan kisah Ramayana dan Mahabharata. Wayang kulit sendiri dimainkan oleh seorang dalang dengan diiringi music gamelan serta nyanyian-nyanyian para sinden. Selain itu wayang kulit juga diyakini pernah digunakan walisongo untuk penyebaran agam Islam pada zaman dahulu.


